Pengaruh media sosial bisa berdampak baik dan buruh.
Tidak selamanya media sosial yang membuat orang menjadi terkenal itu dapat berakibat baik.
Alih-alih menjadi terkenal dan mendapatkan banyak keuntungan, justru sebaliknya, tekanan akan semakin tinggi.
Meskipun kita tidak membuat suatu kontroversi sekalipun.
Misalnya seperti kasus yang dialami oleh kakek bernama Tan Chooi Hong ini.
Melansir dari Worldofbuzz.com (28/6/2017) kakek dari penang yang membuat makanan Char Kuey Teow ini memilih tutup selama 10 hari.
Setiap harinya orang bisa antri berbaris selama sejam di kedai milik pria berusia 76 tahun itu.
Orang-orang rela antre hanya untuk mencicipi Char Kuey Teow, mie pipih yang lezat buatan kakek itu.
Apalagi saat ini adalah liburan Hari Raya Idul Fitri.
Kakek itu lebih memilih untuk menutup kedainya selama 10 hari.
Dalam sebuah posting baru-baru ini oleh halaman Facebook Smartdory, menunjukkan sebuah tanda yang menyatakan bahwa kedai kakek itu akan ditutup selama 10 hari, dari 24 Juni sampai 3 Juli.
Dengan menggelikan, caption nya ditulis:
"UNCLE KENOT TAHAN THE STRESS. PLEASE BE KIND."
Char Koay Teow buatan Tan Chooi Hong yang berada di Siam Road, Penang ini semakin populer setelah ditampilkan di Top 50 World Street Food Masters.
Bahkan, hal ini membuat kakek si pemilik kedai itu memohon agar pelanggannya untuk berhenti menyebarkan kabar tentang dia.
Sebab dia tidak mampu mengatasi permintaan setiap harinya yang luar biasa.
Kiosnya menjadi sangat populer.
Sekarang ini mungkin kamu harus menunggu selama 3 jam sebelum bisa merasakan Charle Koay Teow (CKT) lezat itu.
Lihat antreannya yang mengular seperti itu.


0 Response to "Kakek Pembuat Char Koay Teow Tutup Kedai Selama 10 Hari, Sebab Tak Kuat Tahan Stres Sejak Jadi Viral"
Posting Komentar